TINJAUAN FAKTOR-FAKTOR PADA ORANG YANG MENGALAMI DOWN SYNDROM

Authors

  • Eliya Rohmah Author

Keywords:

Faktor, Sindrom Down

Abstract

Desa Karangpatihan terdapat 5800 orang dengan rincian 5702 orang normal dan 93 orang mengalami keterbelakangan mental (down syndrom) pada 5 orang didapatkan 1 orang umur ibu > 35 tahun pada saat masa hamil, dan 4 orang kelainan genetik. Selain itu disebabkan kurangnya asupan gizi saat hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian down syndrome. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo pada bulan November. Populasi dan sampel sebanyak 93 responden penderita down syndrome. Analisis data kuantitatif dengan uji statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukan gambaran faktor-faktor kejadian down syndrome. Di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo antara lain faktor genetik 20,43%, faktor mekanik (tekanan pada janin) yaitu 13%, faktor umur ibu < 20 tahun yaitu 65,59%, Hormonal (tekanan pada janin) yaitu 13%, gizi kurang 95,7%. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dijadikan acuan referensi untuk penelitian selanjutnya terkait kuantitatif analitik bukan hanya deskriptif dan diharapkan bagi down syndrome tetap semangat dalam menjalani hidup meski dengan keterbatasan yang dimilik.

References

Anggeriyane, E. (2020). Hubungan Usia, Paritas Ibu Dan Usia Ayah Dengan Kejadian Anak Sindrom Down Di Slb Negeri Pelambuan Banjarmasin Tahun 2019. Jurnal Keperawatan Suaka Insan (Jksi), 4(2), 85–96. https://doi.org/10.51143/jksi.v4i2.241

Arvanda, D. G., & Izzah, A. N. (2023). Analisis Studi Kasus Mengenai Usia Ibu dan Gambaran Fisik Penderita Sindrom Down. Jurnal Biosense, 6(02), 206–218. https://doi.org/10.36526/biosense.v6i02.3312

Hikmawati, F. (2020). Metodologi Penelitian. In Rajawali Pres (4th ed.). PT RAJAGRAFINDO PERSADA.

Ikawati, Y. (2016). Pengaruh Usia Ibu Saat Hamil terhadap Kejadian Retradasi Mental pad Anak Usia 6-17 Tahun di kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Jurnal Nusantra Medika, August, 1–11.

Iryanto, Wicaksono, H., Ariefa, A, Samosir, S. . (2019). A-Z Sindrom Down. Ailangga Univeristy Press.

Kawanto, F. H., & Soedjatmiko, S. (2016). Pemantauan Tumbuh Kembang Anak dengan Sindrom Down. Sari Pediatri, 9(3), 185. https://doi.org/10.14238/sp9.3.2007.185-90

Metavia, H. M., & Widyana, R. (2022). Pengaruh Down Syndrome terhadap Perkembangan Akademik Anak di Indonesia. Jurnal Wacana Kesehatan, 7(2), 54. https://doi.org/10.52822/jwk.v7i1.403

Mirawati, M., Mundijo, T., & Arsyad, K. (2019). Distribusi Jumlah Anak Dengan Down Syndrome Pada Dua Kelompok Usia Ibu Di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Palembang Tahun 2012. Syifa’ MEDIKA: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 3(2), 71. https://doi.org/10.32502/sm.v3i2.1429

Nurwahidah, S., Suwondo, W., & Sasmita, I. S. (2017). Prevalensi sindroma Down di wilayah Priangan pada tahun 2015. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, 29(3). https://doi.org/10.24198/jkg.v29i3.15950

Sonia Putri, F., & Atifah, Y. (2021). Prosiding SEMNAS BIO 2021 Studi Kasus Anak Down Syndrome dengan Lingkungan Sosial. Studi Kasus Anak Down Syndrome Dengan Lingkungan Sosial, 180–188.

Downloads

Published

01-12-2024