HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CECAR MUSI RAWAS
Keywords:
Kontrasepsi, Hormonal, HipertensiAbstract
Penggunaan alat kontrasepsi jenis hormonal dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi karena kontrasepsi jenis hormonal mengandung hormon estrogen dan progesteron yang dapat mempengaruhi peningkatan tekanan darah. Kontrasepsi jenis pil dapat menyebabkan hipertensi pada 2-4 % penggunanya. Teori ini didukung dengan berbagai penelitian diantaranya yang menyatakan alat kontrasepsi hormonal dapat menyebabkan tekanan darah tinggi pada kurang lebih 4% -5% perempuan yang tekanan darahnya normal sebelum mengkonsumsi obat tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study. Penelitian ini telah dilakukan di Puskesmas Cecar pada Desember 2025. Populasi dalam penelitian ini 1895 responden. Rumus yang digunakan untuk pengambilan sampel menggunakan Lemeshow yaitu 100 orang. Teknik pengambilan sampe dengan teknik simple random sampling. Hasil uji statistik Chi Square menunjukan terdapat hubungan pemakaian kontrasepsi hormonal dengan kejadian hipertensi dengan (p-value 0,001). Peneliti menyarankan kepada pihak Puskesmas Cecar agar dapat meningkatkan pemeriksaan tekanan darah secara berkala dan konseling yang tepat pada pengguna kontrasepsi hormonal. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi dengan kejadian hipertensi. Saran memberikan konseling yang tepat agar wanita usia subur dapat memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi kesehatannya guna mencegah terjadinya komplikasi seperti hipertensi.
References
Badan Pusat Statistik. (2023). Persentase wanita berumur 15–49 tahun dan berstatus kawin yang sedang menggunakan/memakai alat KB (persen), 2020–2022. Diakses dari BPS Indonesia
Debora, S. (2019). Pengaruh metode kontrasepsi dan lama penggunaan kontrasepsi terhadap kejadian hipertensi pada ibu pasangan usia subur di Puskesmas Pulo Brayan Tahun 2020. Jurnal Maternalis Kebidanan, 6(1), 25–35.
Kaunang, S. (2015). Hubungan antara penggunaan kontrasepsi pil dengan kejadian hipertensi pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Bahu Kota Manado. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 22, 34–42.
Kartika, M. (2020). Pengobatan hipertensi dengan memperbaiki pola hidup dalam upaya pencegahan meningkatnya tekanan darah. Journal of Science, Technology, and Entrepreneurship, 2(2), 51–56.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Mengenal penyakit hipertensi. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Theni, Yuniarti, dkk. (2021). Hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian hipertensi pada wanita usia subur di Indonesia (Analisis Data Indonesian Family Life Survey 5). Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(4), 240–245.
Zahidah, A. (2017). Gambaran faktor-faktor tekanan darah pada akseptor KB hormonal di wilayah kerja Puskesmas Kedung Mundu. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), 2356–3346.
Victor J. Dzau & Conrad P. Hodgkinson. (2024). Precision Hypertension. Hypertension, 81(4), 702–708. https://doi.org/10.1161/HYPERTENSIONAHA.123.21710
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2022). Panduan Penguatan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dalam Pelayanan Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Jakarta: BKKBN.

